Cara Menanam Buah Bit, Mudah untuk Pemula – Buah bit atau beetroot adalah tanaman umbi yang memiliki warna merah keunguan khas dengan rasa manis dan sedikit earthy. Selain digunakan sebagai bahan masakan, buah bit juga populer karena kandungan gizinya yang tinggi, seperti vitamin C, serat, zat besi, dan antioksidan. Tidak hanya itu, bit juga menjadi bahan alami untuk pewarna makanan.
Banyak orang mengira menanam buah bit membutuhkan perawatan rumit. Padahal, tanaman ini termasuk cukup mudah dibudidayakan, bahkan untuk pemula sekalipun. Dengan teknik yang tepat, Anda bisa memanen bit segar dari kebun rumah hanya dalam waktu beberapa bulan.
Berikut panduan lengkap cara menanam buah bit, mulai dari persiapan lahan hingga panen.
Persiapan Lahan dan Pemilihan Benih
Langkah awal dalam menanam buah bit adalah memilih lokasi tanam yang tepat. Bit membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 6 jam per hari agar tumbuh optimal. Tanah yang ideal adalah gembur, subur, dan memiliki drainase baik untuk menghindari genangan air yang dapat membuat umbi membusuk.
Sebelum menanam, lakukan pengolahan tanah dengan cara mencangkul atau membajak sedalam 20–30 cm. Campurkan pupuk kompos atau pupuk kandang matang untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pastikan pH tanah berada di kisaran 6,0–7,5 agar bit dapat menyerap nutrisi dengan baik.
Untuk benih, pilihlah varietas bit yang sesuai dengan iklim di daerah Anda. Ada beberapa jenis populer, seperti ‘Detroit Dark Red’ yang memiliki warna merah pekat atau ‘Golden Beet’ yang berwarna kuning keemasan. Gunakan benih yang sehat dan bersertifikat untuk menghindari serangan penyakit sejak awal.
Jika memungkinkan, rendam benih bit selama 12 jam sebelum ditanam untuk mempercepat proses perkecambahan.
Teknik Menanam dan Perawatan Rutin
Setelah lahan siap, buat bedengan atau barisan tanam dengan jarak antarbaris sekitar 30–40 cm. Tanam benih bit sedalam 1–2 cm dengan jarak antarbenih 8–10 cm. Setelah ditutup tanah tipis, siram secara perlahan agar benih tidak hanyut.
Perawatan bit sebenarnya cukup sederhana:
- Penyiraman
Bit membutuhkan kelembapan yang cukup, tetapi tidak berlebihan. Siram tanaman secara teratur, terutama di musim kemarau, namun pastikan tanah tidak tergenang air. - Penjarangan Bibit
Saat bibit sudah tumbuh setinggi 5–7 cm, lakukan penjarangan agar jarak antar tanaman sekitar 10–15 cm. Hal ini penting untuk memberi ruang tumbuh yang cukup bagi umbi. - Pemupukan
Berikan pupuk tambahan berupa NPK atau pupuk organik cair setiap 3–4 minggu sekali. Kandungan kalium dan fosfor yang cukup akan membantu pembentukan umbi yang besar dan padat. - Pengendalian Gulma
Cabut gulma secara rutin agar tidak bersaing dengan bit dalam mendapatkan nutrisi. Lakukan penyiangan dengan hati-hati agar akar bit tidak terganggu. - Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama umum pada tanaman bit antara lain ulat daun dan kutu daun. Gunakan pestisida organik seperti larutan bawang putih atau neem oil untuk mengatasinya. Penyakit seperti busuk akar dapat dicegah dengan menjaga kelembapan tanah dan rotasi tanaman.
Kesimpulan
Menanam buah bit tidak sesulit yang dibayangkan. Dengan menyiapkan lahan yang tepat, memilih benih berkualitas, serta memberikan perawatan sederhana seperti penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama, Anda bisa memanen bit segar dalam waktu 2–3 bulan.
Selain memberikan kepuasan tersendiri, menanam bit juga bermanfaat bagi kesehatan karena Anda bisa mendapatkan sumber nutrisi alami langsung dari kebun. Untuk pemula, budidaya bit menjadi pilihan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.